Pernah Berhenti Beri ASI, Bisakah Menyusui Lagi?

shutterstock
JAKARTA, KOMPAS.com -
Tak semua ibu bisa tuntas menyusui bayinya secara eksklusif. Ada
sebagian ibu terhenti menyusui bayi karena kasus-kasus tertentu.
Keberhasilan ibu yang kembali menyusui berasal dari niatnya yang kuat
serta dukungan dari keluarga.
Dokter spesialis anak dan konselor
laktasi, dr. Jeanne Roos Tikoalu, SpA, mengatakan ibu yang terhenti
menyusui masih bisa melanjutkan pemberian ASI dengan pendekatan lebih
intensif.
Kondisi yang disebut re-laktasi ini lebih mudah bagi
para ibu yang berhenti menyusui dalam jangka waktu relatif singkat.
Misalnya, ibu berhenti menyusui bayinya 1 atau 2 bulan. Sedangkan, ibu
yang telah berhenti menyusui lebih dari masa tersebut perlu waktu
panjang agar buah hati mau kembali menyusu.
"Kalau berhentinya
sebentar maka kembali menyuusui bisa dilakukan lebih singkat. Masa
berhenti singkat, membuat produk ASI akan kembali lebih cepat," ujarnya
saat ditemui dalam acara "Bincang ASI" di Jakarta, Sabtu (15/9/2012)
kemarin.
Jeanne mengatakan, kalau bayi sudah terhenti dari ASI, ia
akan minum susu formula. Saat si ibu hendak kembali menyusui, memang
bayi tidak bisa langsung diputus dari susu formula. Tetapi, dengan
pendekatan seperti mendekatkan payudara ke anak, memperkenalkan lagi
puting, serta memberi minum susu dari cangkir dapat mengurangi
ketergantungan susu formula.
"Namun, cara ini lebih efektif untuk
ibu yang berhenti menyusui saat bayinya di bawah 6 bulan. Ketika bayi
sudah lebih berumur, ia akan mengenal makanan pendamping ASI sehingga
lebih sulit untuk menyusui kembali," ujarnya.
09.14 | 0
komentar